Your cart is currently empty!
Description
Idealnya, perpindahan takhta di keraton-keraton Jawa dilakukan berdasarkan paugeran atau aturan adat suksesi. Dalam paugeran dibahas dan diatur kapan raja boleh diganti, siapa yang berhak menggantikan, bagaimana cara memilih pengganti dan kriteria yang dipersyaratkan, beserta hal-hal terkait penyelenggaraan suksesi lainnya. Namun, nyatanya suksesi di keraton Jawa tidak semulus itu, terlebih pada era setelah lengsernya Sultan Agung.
Suksesi raja-raja di Jawa selalu menyibak tirai politik di keraton, termasuk beragam faktor yang turut mewarnai prosesnya. Salah satunya adalah konflik yang terjadi di antara para pangeran putra raja. Konflik makin keruh manakala pihak asing seperti VOC turut campur tangan. Bahkan tidak sedikit konflik yang berlangsung secara berkepanjangan hingga melahirkan perang, termasuk Perang Suksesi Jawa I sampai III.